Rencana Integrasi Legacy System untuk Perusahaan Jakarta
Integrasi legacy system perlu dimulai dari transaction ownership, interface contract, data quality, security, failure handling, dan migrasi bertahap agar operasi tetap terkontrol selama modernisasi.
Inventarisasi sistem dan dependency
Dokumentasikan owner, user, database, file, API, jadwal, credential, dan downstream report sebelum mengubah interface.
Tetapkan data contract
Definisikan identifier, required field, validation, timestamp, status rule, dan error response untuk setiap pertukaran.
Rancang visibility kegagalan
Gunakan logging, retry limit, alert, reconciliation, dan owner agar integration failure tidak diam-diam merusak reporting.
Migrasi secara terkontrol
Jalankan pilot, parallel check, cutover criteria, rollback plan, dan rekonsiliasi sebelum menghentikan komponen legacy.
Pertanyaan implementasi yang sering muncul.
Apakah TEKADA memiliki kantor fisik di Jakarta?+
Tidak. TEKADA berkantor pusat di Batam dan melayani project Jakarta melalui remote delivery serta kolaborasi on-site berbasis kebutuhan project.
Apa yang perlu disiapkan sebelum discovery?+
Siapkan process owner, current workflow, contoh data, existing system, bottleneck, user, integration requirement, serta target outcome yang dapat diukur.
Apakah implementasi harus dilakukan sekaligus?+
Tidak. Pilot atau phased delivery membantu memvalidasi workflow, data, integration, adoption, dan acceptance criteria sebelum rollout lebih luas.
