Sistem Terhubung.Data Mengalir.
Hubungkan ERP, MES, WMS, HRIS, accounting, database, dan aplikasi internal menjadi alur data yang konsisten, terpantau, dan dapat dipulihkan.
Hub
Masalah bukan hanya sistem yang berbeda. Masalahnya adalah proses yang terputus.
Ketika data berpindah melalui input ulang, spreadsheet, chat, dan file manual, status menjadi terlambat, ownership kabur, dan keputusan dibuat dari versi data yang berbeda.
Input Berulang
Data order, material, employee, atau invoice diketik kembali pada beberapa sistem.
Status Terlambat
Tim berikutnya baru mengetahui perubahan setelah email, chat, atau file dikirim manual.
Data Berbeda
Part number, customer, qty, dan status memiliki definisi yang tidak konsisten.
Integrasi Rapuh
Script atau file berjalan tanpa monitoring, retry, owner, dan audit trail yang jelas.
Bangun koneksi yang jelas dari source hingga action.
Kami memisahkan konektivitas, transformasi data, business rule, orchestration, dan monitoring agar integrasi dapat dikembangkan tanpa menciptakan ketergantungan baru.
Setiap field memiliki arti, owner, dan aturan yang sama.
Mapping tidak berhenti pada nama kolom. Kami menetapkan source of truth, format, validation, unique key, timezone, status mapping, dan error handling sebelum data masuk ke proses berikutnya.
order_numberREQUIRED · STRINGjob_order✓item_codeMASTER LOOKUPpart_number✓ordered_qtyDECIMAL ≥ 0planned_qty✓need_by_dateUTC+7 · ISO 8601due_datetime✓customer_codeALIAS REVIEWcustomer_id!Satu transaksi memicu alur berikutnya secara otomatis.
Event bisnis dapat memperbarui stok, membuat work order, menjalankan approval, mengirim alert, atau mem-posting transaksi tanpa menunggu input ulang.
Order Created
Customer, item, quantity, due date
09:40:58Stock Reserved
Availability and allocation confirmed
+ 0.8 secProduction Released
Job, BOM, route, and traveller created
+ 1.6 secBilling Ready
Delivery evidence and invoice trigger
ON SHIPKoneksi harus terlihat, bukan sekadar berjalan di belakang layar.
Health monitoring, retry, reconciliation, dead-letter queue, dan audit trail membantu tim mendeteksi serta memulihkan transaksi gagal sebelum berdampak ke operasi.
Hubungkan proses yang paling sering kehilangan waktu dan data.
ERP ↔ MES
Sinkronkan work order, BOM, material issue, completion, reject, dan production status.
Diskusikan integrasi →ERP ↔ WMS
Hubungkan purchase receipt, inventory transfer, reservation, picking, dan shipment confirmation.
Diskusikan integrasi →HRIS ↔ Attendance
Sinkronkan employee master, shift, badge, attendance, overtime, leave, dan payroll input.
Diskusikan integrasi →Sales ↔ Finance
Ubah quotation dan order menjadi delivery, invoice, receivable, payment, dan reconciliation.
Diskusikan integrasi →Machine ↔ Operations
Tangkap counter, test result, alarm, downtime, reading, dan maintenance trigger.
Diskusikan integrasi →Portal ↔ Internal Apps
Hubungkan supplier, customer, technician, atau employee request ke workflow internal.
Diskusikan integrasi →Mulai dari satu alur penting, lalu perluas dengan aman.
Discover
Petakan sistem, owner, transaction volume, dependency, security, dan business impact.
Define
Tetapkan source of truth, data contract, interface, rule, SLA, dan recovery design.
Connect
Bangun connector, mapping, validation, orchestration, monitoring, dan audit trail.
Operate
Uji reconciliation, dokumentasikan support, pantau health, dan perluas ke flow berikutnya.
Pertanyaan tentang integrasi sistem dan data.
Jawaban mengenai API, legacy system, sinkronisasi, monitoring, dan recovery.
01Sistem apa saja yang dapat diintegrasikan?+
TEKADA dapat menghubungkan ERP, MES, WMS, HRIS, accounting, CRM, marketplace, mesin, database, spreadsheet, portal, dan aplikasi internal selama tersedia metode pertukaran data yang aman.
02Apakah integrasi harus menggunakan API?+
Tidak selalu. Integrasi dapat menggunakan REST API, SOAP, webhook, database view, file exchange, SFTP, message queue, atau konektor khusus sesuai kemampuan sistem sumber dan target.
03Bagaimana jika sistem lama tidak memiliki dokumentasi?+
Kami memulai dengan discovery teknis, pemetaan tabel atau transaksi, validasi sample data, dan proof of connection sebelum membangun flow produksi.
04Bagaimana mencegah data ganda atau tidak sinkron?+
Kami menetapkan system of record, unique key, idempotency, validation, retry, reconciliation, audit log, dan exception queue.
05Apakah integrasi dapat dipantau setelah go-live?+
Ya. Dashboard dapat menampilkan endpoint health, success rate, latency, retry, failed message, last sync, dan owner.
Jangan biarkan sistem yang berbeda memecah proses bisnis Anda.
Kami membantu memetakan dependency, memilih metode integrasi, membangun konektor, dan menyiapkan monitoring yang dapat dioperasikan tim Anda.
Siap menyelesaikan tantangan API Integration?
Bicarakan prioritas operasional, sistem saat ini, integrasi, dan target hasil bersama konsultan TEKADA.
