Integrasi ERP, MES, dan WMS untuk Manufaktur Batam
Integrasi ERP, MES, dan WMS berjalan baik ketika planning, shop-floor execution, warehouse execution, identifier, transaction ownership, interface failure, dan reconciliation didefinisikan jelas.
Pisahkan planning dan execution
ERP memiliki enterprise planning serta financial transaction, MES memiliki production execution, dan WMS memiliki warehouse execution dengan boundary yang disepakati.
Selaraskan identifier dan master data
Kontrol item, unit, revision, work centre, warehouse, location, lot, serial, order, dan status reference antarsistem.
Definisikan event exchange
Tetapkan pemicu material request, issue, production confirmation, receipt, hold, release, transfer, dan correction.
Pantau dan rekonsiliasi interface
Gunakan log, alert, retry rule, idempotency, accountable owner, serta scheduled reconciliation agar failure terlihat dan dapat dipulihkan.
Pertanyaan implementasi yang sering muncul.
Apakah TEKADA memiliki kantor fisik di Batam?+
Ya. TEKADA berkantor pusat di Batam. Identitas badan hukum dan informasi kantor ditampilkan pada halaman Software House Batam dan halaman kontak.
Apa yang perlu disiapkan sebelum discovery?+
Siapkan process owner, current workflow, contoh data, existing system, bottleneck, user, integration requirement, serta target outcome yang dapat diukur.
Apakah implementasi harus dilakukan sekaligus?+
Tidak. Pilot atau phased delivery membantu memvalidasi workflow, data, integration, adoption, dan acceptance criteria sebelum rollout lebih luas.
