PANDUAN OPERASIONAL LOKAL

Perencanaan Custom Software untuk Manufaktur Batam

Custom software manufaktur sebaiknya menyelesaikan shop-floor atau operational gap yang jelas dan terhubung dengan ERP, MES, WMS, quality, mesin, barcode device, serta management reporting.

01

Mulai dari production event

Petakan work order, routing, material issue, start dan stop, output, scrap, quality, downtime, rework, serta completion dengan user dan timestamp.

02

Tetapkan system ownership

Tentukan apakah ERP, MES, WMS, quality, maintenance, atau custom module memiliki setiap master record dan transaction agar tidak ada duplicate truth.

03

Rancang traceability dan exception

Catat lot atau serial identity, material substitution, hold, release, rework, rejected output, missing scan, serta controlled correction.

04

Pilot dengan evidence terukur

Validasi satu line atau proses menggunakan transaction accuracy, reporting latency, trace completion, adoption, exception rate, dan reconciliation.

QUICK ANSWERS

Pertanyaan implementasi yang sering muncul.

Apakah TEKADA memiliki kantor fisik di Batam?+

Ya. TEKADA berkantor pusat di Batam. Identitas badan hukum dan informasi kantor ditampilkan pada halaman Software House Batam dan halaman kontak.

Apa yang perlu disiapkan sebelum discovery?+

Siapkan process owner, current workflow, contoh data, existing system, bottleneck, user, integration requirement, serta target outcome yang dapat diukur.

Apakah implementasi harus dilakukan sekaligus?+

Tidak. Pilot atau phased delivery membantu memvalidasi workflow, data, integration, adoption, dan acceptance criteria sebelum rollout lebih luas.

CONNECTED RESOURCES

Lanjutkan ke halaman sumber dan implementasi.

TERAPKAN INSIGHT INI

Butuh bantuan menerapkan strategi ini?

Hubungkan insight ini dengan proses, data, teknologi, dan prioritas implementasi perusahaan Anda.